Showing posts with label anugerah. Show all posts
Showing posts with label anugerah. Show all posts

Hari ini (22 April 2011) semua orang Kristiani beribadah memperingati hari Jum'at Agung. Dan juga dalam gereja GKE, seperti biasa dalam ibadah Jumat Agung selalu diadakan pelayanan Perjamuan Kudus, tentunya hanya yang sudah sidi boleh menerima perjamuan ini. Yah , saya baru tahun ini belajar katekisasi, jadi saya belum bisa menerima Perjamuan Kudus.

Bagaimana kita memaknai Jum'at Agung dalam kehidupan kita ?

Bagi saya, Jum'at Agung yaitu tidak hanya memperingati hari dimana Tuhan Yesus wafat tetapi juga memperingati sungguh besar kesetiaan-Nya dalam perutusan Bapa dan kerelaan-Nya dengan memberikan nyawa-Nya demi menebus dosa-dosa kita sebagai manusia yang berdosa.

Kesetiaan menuntut sebuah pengorbanan, pengorbanan seringkali disertai beberapa penderitaan. Seperti yang dialami Tuhan Yesus, Dia rela menyerahkan nyawa-Nya untuk menebus dosa kita. Ketika Ia disalibkan, Ia disamakan dengan orang yang melakukan tindakan kriminal. Begitu besar pengorbanan yang dialami oleh-Nya.

Dimasa sekarang banyak orang yang mengambil keputusan tertentu, padahal dia pun tahu kalau dia mengambil keputusan itu pasti dia akan dituntut sebuah atau beberapa pengorbanan. Mengapa demikian ? Karena dia tahu akan arti atau makna dari pengorbanan yang dijalaninya demi keputusannya itu sendiri.

Bagaimana dengan kita ? Sanggupkah berkorban demi keputusan kita sendiri ? Sanggupkah kita berkorban demi orang lain ?

date Thursday, April 21, 2011

Minggu, 3 April 2011.
Besok ulang tahun mama, hmm.. kasih kado apa yaa ?
Yupp, telepon kakak dulu minta pendapat buat kasih kado apa.
Akhirnya, berniat buat bikin kue.

Langsung deh, ngehubungin tante yang ahli bikin kue, minta tips bikin kue supaya gak bantat, sekalian minta diajarin. Karena sering kali bikin kue, kuenya sering bantat. ooo.. apa yang salah ?

Setelah bikin janji sama tante, langsung deh sekitar jam 1 siang (ketika matahari lagi semangat-semangatnya memancarkan sinarnya ke Palangkaraya kota cantik), saya menuju rumah kakek yang kebetulan tante saya juga tinggal di rumah yang sama. Setelah merincikan apa saja yang perlu dibeli, kami langsung menuju toko rama, toko yang cukup komplit menjual bahan-bahan untuk membuat dan menghias kue.

Setelah itu, kami ke toko peralatan pecah belah untuk memcari kado (maklum hadiah untuk ibu-ibu). Wah, akhirnya dapat juga setelah sekian lama mencari-cari yang bagus dan PAS sesuai kantong pelajar seperti saya.

Sesampai dirumah kakek, setelah beristirahat sejenak, baru deh mulai beraksi bertempur dengan bahan-bahan yang ada. Horeeeee.. Gak Bantat kuenya. Ternyata semua itu tergantung dari cara pengocokkan telur hingga bercampur tepung adonannya, harus sampai mengembang dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Setelah selesai, saya pun memutuskan untuk menghiasnya besok harinya saja (Senin, 4 April 2011) karena untuk menghias kue itu harus sampai kuenya benar-benar dingin supaya cream dan coklatnya tidak meleleh dan selain itu juga saya sudah terlalu lama perginya (takut ketahuan, ntar gak surprise dong).

Kemudian, tadi sebelum berangkat les biologi, saya menyempatkan diri ke rumah kakek untuk menghias kue itu, untung saja tante saya pengertian banget, cream putihnya sudah dioleskan rapi. Jadi saya tinggal nempelin coklat tulisan happy b'day mom di bagian atas. Fiiuuuh~ cukup lama juga menghiasnya. Kemudian di masukkan ke dalam kotak supaya nanti tinggal angkut aja ke rumah.

Dan hasilnyaaa, taaaarrraaaaa..

>> yah, gak jelek-jelek amat lah.

Hari ini 4 April 2011, mama ku yang tersayang genap berusia 47 tahun.


Mama saya sangat terkejut dan terharu sekali.
(yeee.. gak sia-sia bikin surprisenya).

I love you so much, mom :*

date Monday, April 4, 2011

Kenapa penyakit banyak anak ini lebih banyak menyerang masyarakat miskin daripada masyarakat yang maju dan taraf hidupnya lebih tinggi ? Hal ini terjadi karena masih ada banyak orang yang berfikir kalau banyak anak banyak rejeki. Kenapa masih berfikir demikian ? Karena pendidikannya masih rendah. Kenapa pendidikannya masih rendah ? Karena tidak ada uang untuk sekolah. Kenapa tidak ada uang untuk sekolah? Bisa makan aja udah bersyukur.

Yayaya, inilah permasalahan yang sering terjadi dinegara kita tercinta. Negara kita sebagai negara berkembang yang cenderung masyarakatnya masih kalangan menengah kebawah.
Untuk makan saja susah, apalagi untuk menempuh pendidikan ? Mengapa demikian ? Coba ya teman-teman kita bayangkan, misalnya ada sebuah keluarga dengan 5 orang anak, penghasilan sehari rata-rata Rp 10.000,00. Uang Rp 10.000,00 itu dibagi untuk makan 7 orang (termasuk ayah dan ibu), apakah cukup ? Tentu saja tidak, oleh karena itu orang yang banyak anak dan belum mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari makanya dikatakan miskin.

Jika dilihat di negara-negara maju, mereka cenderung menunda untuk mempunyai anak karena lebih mengutamakan karier.Sehingga masyarakat yang maju dan taraf hidupnya lebih tinggi cenderung anaknya lebih sedikit dibandingkan dengan masyarakat miskin. Mengapa demikian ? Karena mereka lebih berpendidikan dan sudah mengubah cara fikirnya kalau sekarang tidak ada lagi istilah banyak anak banyak rejeki. Dengan pendidikan yang diperolehnya, mereka bisa mendapatkan pekerjaan yang layak sehingga bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Syukur-syukur kalau masih ada sisa untuk ditabung untuk rencana masa depan yang penuh harapan :D

Tapi ingat, anak adalah anugerah dari Tuhan. Bersyukur membuat kehidupan kita menjadi lebih indah :)

date Wednesday, March 2, 2011